Memperingati kelahiran Mama Mei Kartawinata yang ke 123

AKP.OR.ID, (Jumat, 1 Mei 2020) 123 tahun yang lalu tepatnya tanggal 1 Mei 1897 Masehi, telah lahir seorang putra pinilih dari pasangan keluarga Raden Kartowijoyo Rembang Brawijaya Majapahit dan Raden Siti Maria Bogor Siliwangi Pajajaran yang diberi nama Kartawinata. Oleh organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan dikenal dengan nama Mei Kartawinata yang merupakan pendiri "lalampahan" yang sekarang dikenal dengan organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan.

Organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan menyampaikan beribu-ribu terima kasih Agungnya kepada Tuhan Yang Maha Sempurna, kepada leluhur yang menjaga dan menjaring, kepada Ibu dan Bapak Angkasa, dan kepada yang menjadi lantaran adanya kita lahir di alam dunia. Khususnya kepada Mama Mei Kartawinata yang telah memberikan bimbingan, atikan, didikan kepada sesepuh dan pinisepuh serta kepada kita semua selaku anak didiknya. Semoga apa yang menjadi ugerannya dapat kita laksanakan agar sehat lahir batinnya, baik lahir batinnya, benar lahir batinya, pintar lahir batinnya, jujur lahir batinya, selamat lahir batinnya serta mau melaksanakan kodrat dan iradatnya sebagai manusia bangsa Indonesia khususnya.

Berbahagialah kita semua karena kita telah dipertemukan dan mendapat bimbingannya dari putra pinilih keturunan Majapahit dan Pajajaran yang telah memberikan ugerannya kepada kita supaya kita dapat melaksanakan lahir kaulaning nagara, batin kaulaning rasa, kuringnya kaulaning yang Maha Sempurna.

Semoga segulung dumadi ada didalam kerahayuan kepada putra putri  serta anak, cucu, buyut anak turunannya. Segenap warga Aliran Kebatinan Perjalanan menyampaikan Selamat memperingati hari kelahiran Mama Mei Kartawinata ke 123, semoga kita ada dalam keutamaan hidup dan penghidupan.

Rahayu...

Kutipan salah satu AMANAT dari Mendiang Bapak Mei Kartawinata

"Setiap orang yang mencari kesempurnaan hidup, tahu asal usul keberadaan dirinya, tiada asap tanpa api, tidak akan ada manusia terhormat, bila tidak mengetahui asal-usul dirinya sendiri, bangsa dan tanah tumpah darahnya"

 

 

No Comments Yet.

Leave a comment